Siswa meninggalkan pelajaran (membolos sekolah)

|

Rabu, 06 April 2011

Banyak sekali model kenakalan remaja dan perilaku menyimpang
lainnya terutama yang berhubungan dengan pelanggaran kedisiplinan
sekolah salah satunya adalah membolos sekolah. Bolos sekolah adalah
salah satu masalah yang serius dan harus mendapatkan perhatian khusus
dari pihak terkait. Perilaku ini bisa menghambat proses belajar mengajar yang berimbas pada pelakunya sendiri dan juga orang lain. Abdurrahman
Assegaf dalam bukunya “Pendidikan Tanpa Kekerasan”, mengatakan
“perilaku membolos sekolah dimasukkan dalam kategori kekerasan dalam
pendidikan karena perilaku ini merupakan pelanggaran aturan sekolah
khususnya berkenaan dengan jam belajar”. 
Membolos itu berasal dari kata "bolos" yang artinya "hilang".
Kemungkinan besar, anak yang suka membolos dari sekolah itu
disebabkan oleh beberapa hal, seperti kurangnya kesadaran anak akan
pendidikan itu, kurangnya perhatian dari orang tua, juga dengan begitu
banyak pengaruh lingkungan yang bersifat negatif. Tempat yang dituju
oleh anak yang bolos itu, misalnya mereka sudah ada tempat tertentu akan
adanya aksi selanjutnya, mungkin ke mall, ke pantai bagi yang dekat
dengan pantai, ada juga yang pergi main judi dan banyak lagi.
Beberapa waktu yang lalu, acara 'snapshot' yang ditayangkan salah
satu TV swasta menampilkan anak yang bolos sekolah. Mereka bolos
sekolah dengan berbagai alasan: malas, jenuh, suasana sekolah/kelas yang
tidak nyaman, diajak teman dan lain-lain. Ditinjau dari sudut
mudhorot/kerugian yang diakibatkan, siswa yang membolos hanya
merugikan dirinya (keluarga di dalamnya) sendiri, meskipun secara
aturan/ tata tertip siswa, siswa yang membolos harus dikenakan sanksi.Yang menjadi pertanyaan, bagaimana keberadaan siswa yang suka
membolos, jika berada di sekolah/kelas saat proses belajar.
Hasil survei yang dilakukan pada bulan Juni 2002 di Surabaya
menunjukkan bahwa 59,6% siswa pernah membolos, sisanya 40,6%
menyatakan tidak pernah membolos. Pernyataan para siswa juga
memperteguh temuan tersebut dengan prosentase data yang sedikit
berbeda, yakni siswa yang membolos sekolah sebesar 53,6% dan sisanya
46,4% menyatakan tidak pernah membolos. Alasan-alasan dibalik perilaku
membolos ini cukup beragam seperti karena malas, ada keperluan,
gurunya tidak enak mengajar, jam pelajaran kosong, mencari perhatian
dan lain-lain. Ketika membolos para siswa biasanya keluyuran di tempattempat
hiburan dan pusat perbelanjaan

0 komentar:

Poskan Komentar