Festival Malang Kembali - Malang Tempo Doeloe

|

Sabtu, 21 Mei 2011

Selama beberapa hari kita dapat melihat dan menyelami budaya tempo dulu dari kota malang, mulai dari bangunan,sejarah, kebudayaan, kesenian, kehidupan, kerajinan, hingga kuliner. Untuk anda yang menyukai fotografi, banyak sekali objek yang dapat membuat dahaga fotografi anda terpuaskan. Festival yang sepertinya sayang untuk dilewatkan akan tetapi sayangnya saya memang tidak dapat menghadiri festival tersebut.

Masih segar dalam memori ketika festival tersebut pertama kali dihelat ditahun 2006. Betapa antusiasnya warga malang dalam menyambut acara yang akan digelar pertama kalinya itu. Kantor kami pun tidak kalah heboh. Hilir mudik ide mengalir dari kami dalam mempersiapkan acara tersebut. Mulai dari kostum hingga kendaraan yang akan digunakan untuk menuju ke Jalan Ijen. Ketika waktunya tiba, begitu pulang kerja kami pun segera berganti kostum dan berangkat dengan semangat membara menuju jalan ijen dengan menggunakan sepeda onthel. Sesampainya dilokasi kami segera menikmati suasana tempo doeloe tersebut di daerah yang dulunya bernama Ijen Boulevard itu.

SELAMATKAN BUMI INI DENGAN 60 MENIT SAJA

|

Jumat, 20 Mei 2011

Mari kita selamatkan bumi ini, dengan mematikan lampu atau listrik yang kita gunakan dalam waktu 1 jam “EARTH HOUR“. Hanya 60 menit untuk menyelamatkan bumi ini.Hanya 60 menit Jakarta memadamkan Lampu sama dengan 300 MW (cukup mengistirahatkan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa).Hanya 60 menit Jakarta memadamkan Lampu sama dengan mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta.Hanya 60 menit Jakarta memadamkan Lampu sama dengan mengurangi emisi CO2 sekitar 284 Ton CO2.Hanya 60 menit Jakarta memadamkan Lampu sama dengan menyelamatkan lebih dari 284 pohon.Hanya 60 menit Jakarta memadamkan Lampu sama dengan menghasilkan udara bersih untuk lebih dari 568 orang.Mulai dari sekarang pastikan barang-barang elektronik yang sedang tidak digunakan dalam keadaan Power Off bukan Stand By.
Jadi pilihan ini ada di tangan Saya, Anda & Kita semua untuk Bumi & untuk Anak Cucu Kita

75 Cara Selamatkan Bumi....!

|

Kamis, 19 Mei 2011


1. Jangan menggunakan listrik untuk penerangan atau peralatan kecuali jika
anda benar-bnar sedang menggunakannya.
2. Menggunakan lampu luorescent (neon) yang hemat energi.
3. Pergunakan penerangan, pembangkit listrik, unit-unit pemanas bertenaga
surya.
4. Manfaatkan lebih banyak penerangan cahaya alam.
5. Pergunakan ventilasi yang struktural untuk penyejuk ruangan daripada
menggunakan Air Condition (AC)
6. Pergunakan air dingin, bukan air panas.
7. Pastikan peralatan bertenaga listrik tetap efisien dan terawat dengan
baik
8. Pengendalian penerangan, alat pendingin udara secara otomatis, misal
dengan alat sensor cahaya
9. Pergunakan alat-alat pematul cahaya untuk menggantikan lampu penerangan.
10. Pergunakan film pelapis kaca atau rayban untuk mengurangi panas
matahari.
11. Tanamlah tanaman sebanyak mungin di kebun anda untuk mengurangi
karbondiosida.

CINTA TANAH AIR

|

Senin, 16 Mei 2011

 
Bisa dikatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dilahirkan oleh generasi yang mempunyai idealisme cinta tanah air & bangsa, kalau tidak, mungkin saat ini kita bangsa Indoneia masih dijajah oleh Belanda yang luas negaranya dibandingkan pulau Bali saja masih luasan pulau Bali. Kita harus sangat terimakasih kepada para tokoh yang mencentuskan pembentukan organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, para pencetus Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, dan para tokoh yang memungkinkan terjadinya proklamasi 17 Agustus 1945. Mereka adalah contoh paling pas untuk dijadikan tokoh-tokoh nasionalis tulen yang cintanya pada tanah air dan bangsa melebihi cintanya pada diri sendiri yang kita harus hormati sepanjang masa.

Bagaimana dengan saat ini, masih adakah diantara kita yang mencintai tanah air dan bangsa melebihi cintanya pada diri sendiri? Atau pertanyaan ini pertanyaan yang cukup bodoh untuk diajukan? Siapa yang masih perlu

Junjung Tinggi dan Lestarikan Budaya Daerah

|

Sabtu, 14 Mei 2011

Indonesia memiliki banyak ragam budaya yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki paling banyak ragam kebudayaan. Kebudayaan Indonesia adalah cerminan budaya daerah. Banyak sekarang ini, beragam budaya asing yang mulai berinflitrasi dengan budaya daerah dan nasional, hal ini merupakan sesuatu yang harus diawasi, inflitrasi budaya asing tersebut nantinya akan berdampak buruk pada pelestarian budaya daerah dan nasional. Masuknya budaya asing di Indonesia, di karenakan dari beberapa faktor yang ada, seperti sudah menglobalnya teknologi informasi baik itu melalui internet, pertelevisian dan berbagai macam tempat hiburan yang menawarkan berbagai macam keindahannya.
Teknologi informasi membuat kita yang hidup di planet ini terasa lebih dekat satu sama lain, sepertinya tidak ada batasan jarak dan waktu. Kita dapat menjalin hubungan dan pertemanan dengan siapa saja dari berbagai negara di dunia. Kita juga dapat mengenal berbagai budaya yang ada. Terkadang kita terlena dengan budaya yang baru kita kenal. begitu bermagnetnya budaya asing, sehingga kita melupakan budaya sendiri. Sebenarnya Orang asing sendiri bila melihat budaya indonesia juga sangat tertarik dan akhirnya melanconglah mereka ke negara kita dan ke berbagai penjuru kepulauan tanah air.
Seharusnya kita bangga dengan budaya yang kita miliki. Marilah kita mencintai dan melestarikan budaya daerahm sebagai kekayaan budaya nasional

Ramuan Ajaib

|

Jumat, 13 Mei 2011


Anak dalam gendongan Sri belum diam. Semakin Sri berusaha menenangkannya, tangis anak itu semakin pecah. Sri mulai kuwalahan untuk membujuknya.
“Cup-cup, Nak. Sebentar lagi Bapak datang.” Bujuk Sri sambil menimang-nimang dalam gendongan.
“Mungkin dia lapar, Sri.”
“Mungkin iya, Mbak.”
“Tadi anakmu sudah makan belum ?”
“Belum.”
“Kalau begitu cepat kasih dia makan.”
Sri tersenyum. Menelan ludah yang terasa kian hambar di lidah yang sejak kemarin belum kemasukan makanan. Tawar dan getir adalah hiasan hidupnya.
“Kok malah senyam-senyum. Wong anak sedang rewel kok dibiarkan.”
“Anu, Mbak. Saya belum masak hari ini.” Jawab Sri dengan suara tercekat.
Kening Wati berlipat seketika. Matanya menatap jam dinding yang sedang bergerak menunju angka sepuluh.
“Sampai siang begini belum masak? Kenapa?”

Arti Sebuah Kepercayaan

|

Selasa, 10 Mei 2011

Arti Sebuah KepercayaanKepercayaan memang suatu kata yang mengandung makna yang luar biasa, bagaimana tidak dengan kepercayaan yang diberikan biasanya apapun yang dilakukan bisa dibenarkan. Kepercayaan biasanya diberikan kepada seseorang yang dinilai mampu serta bijak dalam menjalankan serta memagang kepercayaan tersebut. Bentuk kepercayaan tentu beraneka ragam salah satunya "mungkin" kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnya yang dianggap mampu dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin, bijak dalam mengambil keputusan, menyajikan bukti bukan janji serta bisa berlaku amanah serta adil terhadap rakyat yang di pimpin. Kepercayaan yang di berikan kepada seseorang "bisa dikata" suatu amanah yang harus selalu dijaga, sehingga apa yang di harapkan bisa berjalan sesuai dengan harapan bersama.